Kata - kata Bijak Hari Ini :

Menyia-nyiakan Usia Untuk Bekerja Pada Atasan Yang Salah

Anak buah membayar pengabdiannya kepada atasannya, dengan usia. Jika anak buah salah memilih atasan, dia telah menyia-nyiakan usianya.

Men pay his devotion to his superiors, with age. If a child is the fruit of selecting a boss, he had wasted his age.
~ Mario Teguh

DO’A SYUKUR DAN MOHON PETUNJUK

Ya Alloh Ya Robbul ‘izzati, hanya kepada Engkau-lah hamba ini menyembah, hanya kepada Engkau-lah hamba ini memohon pertolongan, hanya kepada Engkau-lah hamba ini bersimpuh, hanya kepada Engkau-lah hamba ini bermunajad, hanya kepada Engkau-lah hamba ini tertunduk, hanya kepada Engkau-lah hamba ini terpatuh, hanya….hanya…dan hanya…kepada Engkaulah kami berserah diri.

Ya Alloh Ya Robbal ‘alamin, Puji Syukur atas segala karunia Engkau kami haturkan syukur bil lisan dengan mengucap alhamdulillah, bil janan dengan penuh senyum ketertundukan akan segala karunia-karunia-Mu, bil Arkan dengan ‘amal perbuatan yang tulus ikhlas hanya karena-Mu.

Ya Alloh Ya Rohman, akan segala rasa kasih yang Engkau berikan kepada semua makhluk-Mu, ya Alloh ya Rohim akan segala sayang yang Engkau berikan kepada para hambaMu yang beriman dan ber ‘amal sholih…

Viper, Software Scanner Anti Plagiarism


Pada Hari Senin tanggal 7 Desember kemarin admin mengikuti tes wawancara untuk mengisi posisi pegawai di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai pustakawan.Dalam wawancara itu admin memang grogi, karena persiapan memang belum matang. Hal ini disebabkan dengan kesibukan di tempat kerja yang masih dilakoninya di SD Panembahan (menyusun laporan keuangan akhir tahun – yang sudah dikejar-kejar). Berikut cuplikan wawancaranya (P = Pewawancara ; A = Admin) :

...

P : Apakah anda pernah mendengar aplikasi untuk mengetahui hasil karya tulis yang diduga plagiaris???

A : Maaf, saya belum pernah mendengar.

...

Dari cuplikan wawancara di atas, admin merasa tercengang dan terlihat belum menguasainya. Sesampainya di rumah, admin langsung googling di mbah google **^&(*(*^)*^*^&%*%&*, setelah beberapa saat akhirnya ketemu juga. Waduh malu rasanya hati ini karena kekurangtahuan tentang aplikasi ini.
Software tersebut bernama Viper,

Belajar Membuat Media Ajar E-Learning Menggunakan Authoring Lectora (Tahap 1)

Lectora adalah tool (alat) pengembangan belajar elektronik (e-learning), juga dikenal sebagai perangkat lunak authoring, dikembangkan oleh Perusahaan Trivantis. Lectora digunakan untuk membuat kursus pelatihan online, penilaian, dan presentasi. Hal ini juga digunakan untuk konversi dari presentasi Microsoft PowerPoint ke dalam konten elearning. Konten yang dikembangkan dengan perangkat lunak authoring Lectora dapat dipublikasikan untuk berbagai output seperti HTML, Single File executable, dan CD-ROM. Konten Lectora sesuai dengan standar industri elearning, seperti SCORM dan AICC. Materi yang dibuat di Lectora juga dapat memenuhi standar Kepatuhan 508. Selain itu, Lectora kompatibel dengan sistem berbasis standar manajemen pembelajaran (LMS) di pasar. Lectora juga memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan susunan file multi-media untuk membuat konten yang lebih menarik. Bagi yang ingin lebih maju daripada powerpoint dalam pembelajaran, ada baiknya mencoba menggunakan software Lectora

Lectora sebagai media pembelajaran yang menyenangkan untuk anak

Dalam era digital ini perkembangan Teknologi Informasi sangat menakjubkan terlebih di bidang e-learning. Sudah menjadi kebutuhan untuk belajar secara mandiri dan secara cepat pemutakhiran pengetahuan serta mengelola pengetahuan. 
American Society for Training and Development (ASTD) menerangkan bahwa “e-learning covers a wide set of applications and processes, such as Web-based learning, computer-based learning, virtual classrooms, and digital collaboration. It includes the delivery content via internet, intranet/extranet (LAN/WAN), audio and videotape, satellite broadcast, interactive TV, and CD-ROM”. Artinya bahwa e-learning meliputi aplikasi standar yang luas dan proses, seperti pembelajaran berbasis web, pembelajaran berbasis komputer, ruang kelas virtual, dan kolaborasi digital. Hal ini termasuk pengiriman konten melalui internet, intranet / extranet (LAN / WAN), audio dan video, siaran satelit, TV interaktif, dan CD-ROM.

Jangan Jadikan Perpustakaan Seperti Museum

 Perpustakaan merupakan gudang ilmu yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Hanya saja sampai saat ini masih banyak perpustakaan yang kondisinya memprihatinkan sehingga kurang menarik pengunjung yang hendak memanfaatkan fasilitas tersebut.
"Karena kondisinya yang belum memadai itu, banyak perpustakaan yang sepi pengunjung. Saya berharap perpustakaan jangan menjadi seperti museum, yang hanya dipandang dari jauh saja. Perpustakaan harus menarik sehingga mengundang minat baca," tutur Ketua Pembina Gerakan Gemar Membaca Jawa Barat, Ny Netty Heryawan.
Dia megemukakan hal itu saat roadshow gemar membaca yang diadakan di Perpustakaan Daerah Ciamis, Rabu (19/5). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perpustakaan Jabar Didi Junaedi, Ketua Tim penggerak PKK Ciamis Tri Astuti Komara, Wakil Bupati Ciamis Iing Syam Arifin. Kegiatan tersebut juga mendapatkan perhatian dari ratusan siswa SD maupun SMP yang ada di Kota Ciamis.
Salah satu upaya untuk menarik pengunjung perpustakaan, lanjutnya, adalah dengan menambah koleksi buku. Dikatakan, buku yang disajikan juga harus selalu disesuaikan dengan perkembangan saat ini. Misalnya untuk buku bacaan anak-anak banyak menampikan warna.
"Koleksinya jangan hanya buku jaman dulu saja, tetapi harus selalu diperbarui, sehingga tidak ketinggalan. Demikian pula buku bacaan anak biasanya juga banyak warna sehingga dapat menggugah keingintahuan anak atau siswa untuk terus membaca," tuturnya.
Sementara itu Kepala Perpustakaan Jabar, Didi Junaedi mengatakan, masih perlu lebih memberdayakan perpustakaan umum atau perpustakaan desa. Di Kabupaten Ciamis dari 350 desa, baru 147 desa yang mendapatkan stimulan buku perpustakaan, sedangkan 203 desa lainnya belum mendapat bantuan. Untuk mengatasi persoalan tersebut perlu adanya penambahan mobil perpustakaan keliling.
"Tahun ini desa yang belum mendapatkan stimulan perpustakaan, akan mendapat prioritas pertama. Perpustakaan merupakan investasi masa depan bangsa. Kami berharap membaca dijadikan sebagai kebiasaan, sehingga pada gilirannya akan menumbuhkan budaya baca," tutur Didi.
www.pikiran-rakyat.com

Asyiknya Mengunjungi Perpustakaan Mainan

HEMAT, Perpustakaan mainan di Wentworthville, Sydney menawarkan berbagai mainan anak yang bisa dibawa pulang.
Perpustakaan biasanya dipenuhi dengan koleksi beragam buku.Namun,di Sydney, Australia ada perpustakaan yang menyediakan mainan untuk anak-anak.

SABTU merupakan hari yang sangat dinanti Delfin. Pagi-pagi dia sudah bangun sendiri, lalu perlahan- lahan membuka pintu kamar papa-mamanya. “Good morning,” sapanya.“Let’s go to toy library,” ajak Delfin kepada orang tuanya sambil menggandeng tangan mamanya untuk segera beranjak keluar kamar. Bagi kami yang saat ini tinggal di Wentworthville, Sydney, kehadiran toy library atau perpustakaan mainan di dekat rumah menjadi tempat favorit untuk dikunjungi setiap akhir pekan.

Perpustakaan Hindari Plagiasi

Kepala Perpustakaan diharapkan sekali mampu melakukan perbaikan manajemen layanan perpustakaan yang lebih efektif dan efisien, dengan memanfaatkan jasa ICT secara optimal. Ingat bahwa "Library is the Heart of University".
Diharapkan perpustakaan dapat dikelola lebih baik lagi dengan memberikan perhatian yang tinggi terhadap adanya kecenderungan perbuatan plagiasi. Di utamakan ruang tempat penyimpanan skripsi, tesis dan desertasi penjagaanya lebih di perketat untuk menghindari plagiasi. Selain itu pengembangan kualitas dan pengabdian semua staf perpustakaan perlu terus diupayakan.

MENGHILANGKAN IMEJ PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI GUDANG BUKU

Di dalam era globalisasi perkembangan informasi dan tekhnologi memberi kemungkinan percepatan sistem dan pelayanan informasi di segala bidang. Dalam konteks ini perpustakaan sebagai pusat informasi terkena imbasnya. Perpustakan masih sering dianggap sebagai tempat penyimpanan buku, parahnya lagi Perpustakaan Sekolah yang kurang berkembang baik dalam segi pendidikan dan dalam segi material hanya menjadikan perpustakaan sebagai tempat penyimpanan buku dan peralatan-peralatan sekolah yang sudah tidak terpakai atau kasarnya sebagai "Gudang Buku". Apalagi dengan rutinitas kegiatan belajar mengajar disekolah hanya menjadikan perpustakaan sebagai sarana pelengkap bukan sebagai sarana penunjang pokok dalam kegiatan belajar di sekolah setelah guru.
Perpustakaan di Sekolah Dasar (SD) bahkan hingga Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) sering terlihat seadanya saja dan hanya dijadikan anak nomor dua, dan dari sebagian besar pustakawan di sekolah mengemukakan semua itu terkendala masalah dana. Padahal setiap tahunnya perpustakaan mendapat dana pengembangan dari pemerintah, tapi dana itu lebih diprioritaskan, bahkan dialihkan untuk kegiatan belajar mengajar yang sifatnya mendadak dan harus dilaksanakan.

Sisipkan Tweet di Blog dan Web

Komentar seseorang di Twitter atas sebuah peristiwa seringkali menarik untuk dikutip dalam artikel di web atau blog. Selama ini, yang dilakukan kalau tidak dengan cara copy dan paste, paling-paling capture tampilan di layar dan disisipkan dalam bentuk gambar (image).
Rupanya, kebiasaan ini menarik perhatian Twitter sebagai sebuah tren yang menarik. Orang-orang di Twitter pun turun tangan dan memberi kemudahan kepada para pemilik web dan blog untuk menyisipkan pesan Twitter agar lebih mudah, lebih rapi, dan benar-benar terhubung ke layanan mikrobloging tersebut.
"Sungguh, sangat sederhana. Cukup sisipkan sebuah kode yang bisa Anda gunakan untuk menghasilkan kode HTML tweet yang didinginkan saja," demikian uraian dalam blog Twitter Media. Untuk membuat kode tersebut, mulai Selasa (4/5/2010) kemarin, Twitter Media telah menyediakan prototipe code generator yang dibutuhkan dengan nama BlackBird Pie.

Potret Buram Teknologi Bagi Generasi Muda

Seminggu yang lalu tepatnya pukul sembilan malam, saat kebosanan menyergapku, kuputuskan untuk ke warnet sekedar ingin chating untuk mengusir bosanku. Kupilih warnet yang gak jauh dari rumah. Sampai di warnet aku dapat tempat yang paling ujung, karena sisa itu tempat yang tersisa, di samping tempatku yang hanya dibatasi oleh sekat dari triplek ada dua bocah yang kira-kira masih berumur 11-12 tahun.
Mereka sesekali tertawa terkikik-kikik dan berbisik-bisik satu sama lain. Karena penasaran aku pun mengintip mereka dari balik sekat triplek itu. Dan aku sungguh terkejut. Di layar monitor mereka terlihat foto-foto syur wanita-wanita. Aku masih saja mengamati mereka dari bilikku. Kulihat pula mereka membuka situs-situs vidio-video porno. Sambil saling pandang dan tertawa bisa kulihat juga mereka sedang asik ber cybersex lewat chating. Wah hal seperti ini gak bisa didiamkan saja. Aku memberitau operatornya atas tindakan anak-anak di bawah umur itu. Dan operator pun bertindak menghentikan mereka.